Tampilkan postingan dengan label Story Of Hijab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story Of Hijab. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 November 2015

Hijab Bukan Halangan Menjadi Ning Surabaya

@dhikaoctaviani sebagai Pembicara di Acara @hijabeesurabaya
Hari Minggu kemarin Misis Devi mengikuti sebuah acara pengajian yang diadakan oleh komunitas Hijabee Surabaya, dimana salah satu pembicara nya adalah Dhika Wahyu Octaviani, Owner dari @culisnary , sebuah usaha yang berfokus pada Catering and Food House.

Mahasiswa S1 Teknik Informatika ITS ini selain mengisi hari-harinya dengan perkuliahan dan bisnis kulinernya, juga sangat disibukkan dengan tugas barunya sebagai Ning Surabaya 2015.
Sangat menarik untuk Misis Devi menilik lebih dalam kisah dari seseorang yang mengenakan Hijab namun bisa tergabung dalam sebuah Paguyuban Cak dan Ning Surabaya dimana tidak banyak perempuan berhijab yang bisa berprestasi di kompetisi yang bukan merupakan ajang muslimah.

Sejak 2010 mengenakan Hijab, tidak terbersit sedikitpun dipikiran Dhika untuk melepasnya ketika Dhika mendaftarkan dirinya untuk mengikuti ajang pemilihan Cak dan Ning Surabaya. Banyak saingan yang lebih cantik, seksi, modis dan berpenampilan lebih menarik, tapi bukan berarti membuat Dhika ikut-ikutan untuk melepas hijab demi diterima dan lolos pemilihan ini, "Awalnya memang minder ya. Banyak peserta yang udah punya banyak prestasi modelling, bahkan sudah terdaftar di agency model. Jadi, secara penampilan mereka sudah oke banget. Sedangkan aku cuma mahasiswa teknik yang temen kuliah nya cowok semua, jadi aku nya udah terbentuk cuek sama penampilan, trus tiba-tiba berada dilingkungan yang saingannya bener-bener well groomed, jadi ya mau nggak mau harus belajar menyesuaikan diri."

Karena pada dasarnya, wanita kelahiran 1991 ini ingin mengikuti pemilihan Cak dan Ning Surabaya bukan untuk sekedar cantik-cantikan, namun juga karena ingin menjadi sosok yang lebih baik, "Teman-teman aku sejak jadi Cak dan Ning kelihatan banget perubahannya, mulai dari penampilan, pembawaan dan kualitas pribadinya." Dan benar saja, setelah akhirnya terpilih menjadi salah satu finalis, Dhika mendapatkan banyak manfaat. Mulai dari banyak pelatihan sampai dengan tugas-tugas yang membuatnya makin berpengetahuan, matang, dan dewasa.

Belum 1 tahun menjabat, sudah begitu banyak suka dan duka menjadi Ning Surabaya, "Duka nya masalah jadwal yang sangat padat, namun ketutup sama sukanya sih, selain bisa jadi representasi pemuda di Surabaya, selama jadi Ning kami juga dapat banyak ilmu dan materi, mulai dari make up, grooming, guiding, tari dll. Juga banyak ketemu orang-orang penting, hadir diberbagai acara mulai upacara, gala dinner pemerintah, peresmian-peresmian acara, dll" ceritanya antusias.

Dan kalau dibilang hijab menghalangi Dhika sebagai duta wisata Surabaya dalam mempresentasikan diri dan kota tercintanya, tidak dibenarkan oleh Dhika. "Memang di awal rada kesulitan mempelajari pakem-pakem baju kebesaran Ning, jadi harus aktif bertanya. Tapi seiring berjalannya waktu, justru karena berhijab bikin aku lebih mudah dalam menyiapkan diri memakai baju kebesaran Ning Surabaya setiap bertugas, nggak perlu sasak rambut dan sanggul menyanggul. Jadi, waktu persiapan menjadi lebih mudah." Tutur Dhika yang menampilkan Hijab Styling sebagai Bakat dan Minat nya ini.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Waaaahhh.. jadi nggak ada alasan lagi kalau berhijab bisa membatasi kita dalam berprestasi yaaaa..
Selama kita berfokus sama kelebihan kita dan memancarkannya dengan baik, Inshaallah, jalan prestasi akan terbuka lebar untuk siapapun yang berusaha dengan keras, berhijab ataupun tidak. Jadi, jangan pernah ragu untuk mengikuti kompetisi positif apapun dengan tetap bangga mengenakan hijabmu ya dear.. Karena itu kewajibanmu dan identitasmu, berbanggalah..

Jumat, 06 November 2015

Diskriminasi Karena Hijab Tidak Membuatku Goyah

@NesaIcha Penyiar radio gen FM Surabaya
Assalamualaikum dear ukhti..
Ini adalah artikel Story Of Hijab by. Misis Devi yang pertama.

Aku memutuskan untuk memulai project Story Of Hijab ini adalah karena aku percaya setiap muslim yang berhijab pasti memiliki struggling nya masing-masing dalam upaya untuk menggapai setiap cita dan mimpi dengan tetap mempertahankan hijabnya.

Aku ingin mengumpulkan kisah-kisah mereka dan membagikan ke sebanyak-banyaknya muslimah berhijab, untuk menyadarkan bahwa YOU ARE NOT ALONE. Begitu banyak saudara sesama muslim yang juga berjuang dengan hijabnya, dan BISA sukses. Sama bisanya dengan yang tidak memakai hijab.

Bedanya, jika kamu berjuang dengan hijabmu yang artinya menjalankan perintah yang diwajibkan oleh Allah, maka jalanmu inshaallah dapat satu langkah ridho dari Allah.

Inshaallah Khair ya.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk artikel yang pertama ini Misis Devi memutuskan untuk berkunjung ke Radio Gen FM Surabaya, menemui seorang wanita mungil dan atraktif bernama Nesa. Untuk yang suka mendengarkan radio, pasti tidak asing dengan nama Nesa Icha yang sering kali mengudara dan menemani hari-hari setiap pendengarnya dengan canda-candaan ringan khas Nesa.

Wanita kelahiran 1991 ini sudah 3 tahun bekerja di radio yang merupakan mimpinya sejak SMP. Nesa mulai serius untuk memutuskan terjun ke dunia broadcasting sejak di bangku kuliah, walaupun dia akui, jurusan dia kuliah saat itu sama sekali tidak bersinggungan dengan dunia yang dia geluti sekarang.

Mulai dari mendirikan komunitas radio kampus di jurusannya di PENS ITS, mengikuti beberapa lomba presenting /MC-ing /Host-ing sampai dengan magang di salah satu TV lokal di Surabaya, membuat Nesa semakin yakin dengan keinginannya berkarier di dunia broadcasting. "Pernah sih kepikiran buat mencoba berkarier di bidang lain, perbankan misalnya, tapi nggak jadi aku lakuin, karena nggak sesuai dengan passion ku. Dan akhirnya aku sadar bahwa aku harus mengikuti passionku dan mengejar mimpiku untuk menjadi penyiar radio." , kata Nesa 15 Besar Most Wanted Moeslema.com ini mantab.

Setelah berjuang untuk mendaftar ke banyak radio yang ada di Surabaya, akhirnya Radio Gen FM lhah tempat Nesa berlabuh. "Tidak mudah sebenarnya bagi aku yang berhijab ingin menjadi seorang penyiar radio. Tidak semua radio bisa menerima penyiar berhijab. Karena dikhawatirkan penyiar yang berhijab memiliki banyak keterbatasan dan tidak bisa fleksibel kalau di ajak off air. Aku bersyukur, tempat dimana aku bekerja sekarang ini, tidak melihat hijab adalah kelemahan, malah di anggap sebagai kelebihan. Karena pada dasarnya pendengar di Indonesia -Surabaya dan sekitarnya pada khususnya- mayoritas muslim, banyak juga yang berhijab, so why not?"

Banyak tantangan, keseruan, suka maupun duka yang Nesa lalui selama menjadi penyiar. "Tantangannya adalah mengatur emosi yang disalurkan melalui suara untuk tetap stabil, bagaimanapun kondisi fisik dan mental kita menit itu. Aku diajarkan untuk menggunakan prinsip "Theatre of Mind", dimana aku harus bisa membuat drama sendiri di dalam kepalaku saat aku sedang siaran. Sehingga sesedih atau semarah apapun emosi ku saat itu, saat siaran dimulai, drama dikepalaku harus mulai jalan dan aku harus SEKETIKA ITU JUGA BAHAGIA DAN BERSUARA STABIL." tuturnya.

Keseruan dan suka nya adalah kesempatan untuk bertemu dengan banyak orang-orang hebat dibidangnya, wawancara langsung dengan artis maupun tokoh penting, sampai dengan berinteraksi secara dalam dengan para pendengar yang suka curhat melalui radio. "Seringkali aku amazing dengan kekuatan radio, dimana banyak pendengar yang merasa begitu dekat dengan aku sebagai penyiar, sampai bisa curhat ini itu secara on air! Aku juga jadi punya fansclub gitu lhoooo, seru banget kan?!?!", ceritanya antusias.

"Kalau duka nya sih, masih aja ada diskriminasi kepada aku karena hijabku. Misalnya, dari fee yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak memakai hijab, menyuruhku melepas hijabku dibanyak kesempatan, sampai dengan kecilnya peluang untuk mendapat job off air karena anggapan bahwa jika memakai hijab jadi kurang fleksibel."

Namun, keterbatasan itu tidak membuat Nesa goyah, menyerah dan melepas hijabnya, malah membuatnya berjuang semakin keras. "Aku sadar aku harus meningkatkan kualitas diri pribadiku sebagai seorang penyiar, sampai akhirnya orang tidak lagi bisa menolak aku karena hijabku. Buat aku, melepas hijab bukanlah pilihan. Belajar dan terus mengasah kemampuan, melebarkan sayap, bergabung dengan komunitas-komunitas supaya semakin banyak link dan semakin banyak yang mengenalku dan mengetahui kualitasku, adalah beberapa caraku untuk tetap bertahan mewujudkan mimpiku.", jelas Nesa yang juga owner scoopa lova dan dapur gendut tegas.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sudah 3 tahun Nesa berkembang di dunia Radio, menjadi penyiar seperti yang dia cita-citakan sejak SMP. Menjadi muslimah berhijab tidak membuatnya surut niat untuk memulai mendaftar ke berbagai radio saat awal dulu, dan juga tidak membuat dia goyah sekarang, saat masih begitu banyak diskriminasi karena hijabnya. Karena, aku pun percaya bahwa rejeki Allah yang memberi, WAJIB untuk berhijab juga Allah yang perintahkan. Logikanya, saat DIA yang Maha Pemberi Rejeki yang memintamu menutup auratmu lalu kamu melaksanakan perintah-Nya, inshaallah rejeki-Nya pun sudah disiapkan untukmu yang taat. Inshaallah :)

On Photo : @NesaIcha is wearing Khimar Instan Dayana Melrose
Interview and Articel by : @mrsdeviyanuari



Minggu, 01 November 2015

Story Of Hijab

Dalam tab ini, Misis Devi ingin berbagi dengan kamu semua tentang kisah-kisah wanita berhijab yang dapat menginpirasi  dan menyadarkan bahwa kamu tidak sendiri. Iya, kamu tidak sendiri dalam perjuanganmu mengenakan hijab. Kamu tidak sendiri dalam upaya untuk tetap meraih mimpi walaupun harus menutup auratmu, BECAUSE NOTHING WRONG WITH THAT.
Biarkanlah orang lain menilaimu karena kualitasmu sebagai seorang pribadi, sebagai seorang muslimah, bukan hanya sekedar tentang kain yang menutup kepala dan tubuhmu.

Setiap orang punya cerita, semua orang punya pengalaman, baik maupun buruk, dan dari setiap pengalaman itu kita bisa mengambil pelajaran dan terinspirasi darinya.

Read another story then Write YOURS!